Kanker Tiroid

Kanker Tiroid

Kanker tiroid merupakan salah satu jenis penyakit  kanker yang jarang terjadi. Kanker jenis ini umumnya terjadi pada orang yang berusia antara 35-39 tahun dan usia 70 tahun ke atas. Wanita memiliki risiko kanker tiroid tiga kali lipat lebih besar dibandingkan pria. Penyebab pasti dari kanker ini belum diketahui, tapi ada kemungkinan hal ini berkaitan dengan perubahan hormon pada sistem reproduksi wanita.

Terdapat beberapa jenis dari kanker tiroid, yaitu:

  • Karsinoma papiler. Jenis kanker tiroid yang paling umum terjadi, yaitu sekitar 60% dari keseluruhan kasus kanker tiroid, dan biasanya memengaruhi wanita usia di bawah 40 tahun.
  • Karsinoma folikuler. 15% dari kasus kanker tiroid adalah jenis ini, dan cenderung terjadi pada orang-orang lanjut usia.
  • Karsinoma medular tiroid. Kanker tiroid jenis ini terjadi pada sekitar 5-8% dari seluruh kasus kanker tiroid. Yang membedakan dari jenis lainnya adalah umumnya dipengaruhi oleh faktor keturunan.
  • Karsinoma tiroid anaplastik. Jenis kanker tiroid yang paling jarang, namun paling agresif. Kondisi ini hanya terjadi pada 5% dari keseluruhan kasus kanker tiroid dan umumnya terjadi pada usia 60 tahun ke atas.

 

Gejala Kanker Tiroid

Pada tahapan awal, kanker tiroid jarang menimbulkan gejala, bahkan cenderung tidak ada sama sekali. Namun, jika sudah memasuki tahap lanjutan, kanker tiroid seringkali ditandai dengan munculnya benjolan atau pembengkakan pada bagian depan leher, lebih tepatnya di bawah jakun, dan biasanya tidak terasa sakit.

Ada beberapa gejala lain yang muncul setelah kanker memasuki stadium lanjutan, di antaranya:

  • Sakit tenggorokan.
  • Kesulitan dalam menelan.
  • Suara menjadi serak dan tidak membaik setelah beberapa minggu.
  • Rasa sakit pada bagian leher.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di bagian leher.

Tidak semua benjolan yang muncul pada kelenjar tiroid disebabkan oleh kanker tiroid. Sebagian besar pembengkakan kelenjar tiroid disebabkan oleh kondisi yang dikenal dengan istilah penyakit gondok. Kondisi ini disebabkan oleh hipertiroidisme (terlalu banyak hormon T3 dan T4) atau hipotiroidisme (kekurangan hormon T3 dan T4).

 

Faktor Risiko Kanker Tiroid

Penyebab pasti kanker tiroid masih belum diketahui, tapi terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini, antara lain:

  • Mengalami gangguan tiroid. Orang yang pernah mengalami penyakit tiroid, seperti peradangan kelenjar tiroid atau penyakit gondok, memiliki risiko kanker tiroid yang lebih besar dibanding mereka yang belum pernah mengalaminya.
  • Riwayat kesehatan keluarga. Kelainan genetik yang diturunkan menjadi penyebab dari beberapa kasus karsinoma tiroid menduler. Risiko kanker tiroid meningkat apabila seseorang memiliki keluarga yang pernah menderita kanker ini.
  • Tinggi dan berat badan. Risiko kanker tiroid akan meningkat jika seseorang memiliki berat badan berlebih. Risiko juga akan meningkat pada orang dewasa dengan tinggi badan di atas rata-rata.
  • Pajanan terhadap radiasi. Radiasi dari nuklir atau radiasi dari pengobatan medis tertentu dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker tiroid, terutama jika radiasi itu mengenai bagian leher dan kepala.
  • Gangguan pencernaan. Jika seseorang mengalami gangguan pencernaan familial adenomatous polyposis (FAP), dia lebih berisiko mengalami kanker tiroid. FAP merupakan penyakit turunan yang disebabkan oleh gen yang cacat.
  • Jenis kelamin. Wanita memiliki risiko kanker tiroid 2-3 kali lipat dibandingkan pria. Kondisi ini mungkin berkaitan dengan hormon yang dilepaskan pada saat wanita mengalami menstruasi atau ketika sedang hamil.
  • Akromegali. Ini adalah kondisi langka dimana tubuh menghasilkan terlalu banyak hormon pertumbuhan. Kondisi ini menyebabkan orang yang mengalami akromegali lebih berisiko terkena kanker tiroid.

Penting untuk diingat bahwa orang yang memiliki satu atau beberapa faktor risiko di atas belum tentu akan menderita kanker tiroid di masa mendatang. Pada banyak kasus, beberapa orang yang menderita kanker tiroid juga tidak mengalami faktor risiko di atas.

 

 


 

Ibu Merlina 48 Tahun, Gresik
Leher membesar 6 bulan, karena ekonomi tidak berobat, akhir-akhir ini sebulan terasa sakit kemeng, lemas, badan kurus, benjolan leher makin mengeras, suah menelan, mata melotot, tidak bias tidur, emosional. Datang ke DAMAI MEDIKA, setelah 2 paket obat benjolan mengecil, sakit kemeng hilang, sedang dalam masa pengobatan.


Damai Medika mementingkan kesembuhan pasien, apabila anda tidak meng-inginkan Kemoterapi / Operasi / Radioterapi  maka tempat kami adalah pilhan tepat untuk pengobatan anda.

Karena Kami menggunakan 4DM Metode Pengobatan yang Efektif tanpa Operasi.

Jika anda tidak cocok dengan obat generik , Obat Herbal adalah pilihan yang tepat karena selain minim efek samping, hasilnya terbukti lebih Efektif

Pasien sering di buat menunggu untuk penanganan nya, disini kami akan langsung mengerjakan proses pengobatan, dengan catatan sesuai antrian. 

Jika anda mencari Pengobatan yang Efektif tanpa Operasi, Tanpa Kemoterapi, Tanpa Rasa Sakit.

DAMAI MEDIKA adalah tempat yang cocok untuk pengobatan penyakit anda.

Reservasi via Online melalui Whatsapp / Chat Online dan Telepon,  hingga Akhir Maret untuk hari Rabu, Kamis dan Sabtu sudah Full Reservasi. Sementara Reservasi dibuka untuk hari Senin, Selasa dan Jumat.

Reservasi Online biaya pendaftaran 100rb dan Gratis Biaya Konsultasi, Kunjungan langsung tanpa melalui reservasi dikenakan biaya pendaftaran dan konsultasi sebesar 300rb.

Tags:
Share: